Home Berita Kisah Inspiratif Fauzan, Penderita Lemah Otot Tetap Semangat Bersekolah

Kisah Inspiratif Fauzan, Penderita Lemah Otot Tetap Semangat Bersekolah

Hidup dalam keterbatasan bukan halangan bagi Fauzan Akmal Maulana, (15) penderita Distrophia Muculor Progresive (DMP) atau kelemahan pada otot, untuk menempuh pendidikan formal di sekolah Terbuka.

Meski saraf-saraf ototnya semakin melemah, tapi tidak melemahkan keinginan Fauzan untuk mengenyam pendidikan formal dan menggapai cita-citanya menjadi seorang dokter.

Lahir secara normal tanpa satu kekurangan apapun pada (31/5) lalu, Fauzan Akmal Maulana, tiba-tiba saja tak bisa bangkit dari kasur di pagi hari di tahun 2015.

“Waktu itu kelas 5 SD, padahal kelas 1,2,3 itu enggak apa. Saya bisa ikut upacara, bisa main sepeda kaya anak-anak biasa,” kenang dia, Selasa (19/3) mengawali pembicaraan dengan merdeka.com di SMP Terbuka 1 Tangerang Selatan.

Dia dan keluarga hanya bisa pasrah, sampai kemudian divonis Dokter dari RSU Fatmawati, Jakarta Selatan, Fauzan mengidap penyakit otot lemah (DMP). Yang merupakan penyakit genetik berdasarkan keturunan.

“Awalnya dapat keringanan dari kepala Sekolah di SD, tapi saya tetap mau ikut sekolah. Akhirnya bisa lulus (SD) juga,” ucap dia.

Tak sampai di situ, semangat Fauzan melanjutkan sekolah ke tingkat lebih tinggi dia wujudkan, dengan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMP Terbuka 1 Tangerang Selatan.

“Karena kami juga engga mampu memasukan Fauzan ke sekolah berkebutuhan khusus swasta, akhirnya dapat informasi ada SMP terbuka di Tangsel, dan kami mendaftar,” kata Winih (49), Ibu Fauzan.

Ditengah keterbatasannya itu, Winih berupaya memenuhi keinginan Fauzan yang kuat untuk meneruskan pendidikan formalnya di sekolah.

View this post on Instagram

Malu sama Fauzan buat yg masih mengeluh. semangat fauzan, semangat mamah winih, semoga selalu diberikan kesehatan, dimurahkan rezekinya. Aamiin 😭😭 . Kisah Inspiratif Fauzan, Penderita Lemah Otot Tetap Semangat Bersekolah. Hidup dalam keterbatasan bukan halangan bagi Fauzan Akmal Maulana, (15) penderita Distrophia Muculor Progresive (DMP) atau kelemahan pada otot, untuk menempuh pendidikan formal di sekolah Terbuka. Meski saraf-saraf ototnya semakin melemah, tapi tidak melemahkan keinginan Fauzan untuk mengenyam pendidikan formal dan menggapai cita-citanya menjadi seorang dokter. Lahir secara normal tanpa satu kekurangan apapun pada (31/5) lalu, Fauzan Akmal Maulana, tiba-tiba saja tak bisa bangkit dari kasur di pagi hari di tahun 2015. "Waktu itu kelas 5 SD, padahal kelas 1,2,3 itu enggak apa. Saya bisa ikut upacara, bisa main sepeda kaya anak" biasa," kenang dia, Selasa (19/3) mengawali pembicaraan dgn merdeka.com di SMP Terbuka 1 Tangerang Selatan. Dia dan keluarga hanya bisa pasrah, sampai kemudian divonis Dokter dari RSU Fatmawati, Jaksel, Fauzan mengidap penyakit otot lemah (DMP). Yg merupakan penyakit genetik berdasarkan keturunan. "Awalnya dapat keringanan dari kepala Sekolah di SD, tapi saya tetap mau ikut sekolah. Akhirnya bisa lulus (SD) juga," ucap dia. Tak sampai di situ, semangat Fauzan melanjutkan sekolah ke tingkat lebih tinggi dia wujudkan, dengan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMP Terbuka 1 Tangerang Selatan. "Karena kami juga engga mampu memasukan Fauzan ke sekolah berkebutuhan khusus swasta, akhirnya dapat informasi ada SMP terbuka di Tangsel, dan kami mendaftar," kata Winih (49), Ibu Fauzan. Ditengah keterbatasannya itu, Winih berupaya memenuhi keinginan Fauzan yg kuat utk meneruskan pendidikan formalnya di sekolah. "Dasarnya memang dia senang sekolah, dia dan kami keluarga juga tidak pernah menganggap Fauzan ini lemah, tak berdaya. Kami kuatkan, & akhirnya bisa sekolah sampai sekarang mau Lulus SMP," terang dia. . Lanjut dikolom komenπŸ‘‡πŸ‘‡ Video @pegembira_riang #inspiratif #tangsellife #tangsel #tangerangselatan #smpn1tangsel #fauzan #ciputat #pamulang #serpong #bsdcity #bintaro #ilovetangsel #guetangsel #initangsel

A post shared by Tangsel Life (@tangsel.life) on

“Dasarnya memang dia senang sekolah, dia dan kami keluarga juga tidak pernah menganggap Fauzan ini lemah, tak berdaya. Kami kuatkan, dan akhirnya bisa sekolah sampai sekarang mau Lulus SMP,” terang dia.

Winih yang hanya berjualan gorengan ke toko-toko langgananya, mengaku selalu menyempatkan diri untuk mengantarkan Fauzan bersekolah, dengan berboncengan sepeda motor.

“Kalau di tempat kegiatan belajar (TKB), saya bonceng dia naik motor. Kalau ke sekolah Induk di SMP Terbuka 1 Tangsel, kami sewa angkot bersama teman-teman dari TKB kami di Pondok Aren,” ucapnya.

Diceritakan sang Ibu, Fauzan amatlah bersemangat, ketika menjalani rutinitasnya belajar di sekolah. Dia juga sangat antusias dengan pelajaran-pelajarab hafalan.

“Memang kata dokter sensorik, motorik dan otaknya bagus bisa tumbuh baik. Cuma lemah pada ototnya, sehingga makin ke sini, kakinya makin mengangkat dan kecil. Tapi untuk belajar dia masih bisa menerima pelajaran,” ucap janda dua anak ini.

Winih pun tak putus asa, ditengah badai cobaan, pasca ditinggal pergi sang suami yang meninggal awal Februari 2019 ini, Winih tetap semangat menghidupi dua buah hatinya Fauzan dan Nisrina Fauziah (21), yang saat ini sudah berkuliah.

“Fauzan dengan segala kekurangannya sangat bersemangat untuk sekolah. Katanya mau jadi Dokter. Apalagi saya, meski harus berjuang seorang diri, pasti saya korbankan semuanya,” ucap Winih.

Saat ini Fauzan tengah duduk di bangku sekolah kelas IX SMP Terbuka Tangsel, dia dan orangtuanya juga belum mengetahui akan melanjutkan pendidikan kemana.

“Fauzan tetap semangat untuk melanjutkan sekolah ke SMA atau SMK. Tapi saya juga belum tahu dimana sekolah yang bisa menerima dan terjangkau,” ucap Winih. Via merdekacom

Facebook Comments

Must Read

Kisah Inspiratif Fauzan, Penderita Lemah Otot Tetap Semangat Bersekolah

Hidup dalam keterbatasan bukan halangan bagi Fauzan Akmal Maulana, (15) penderita Distrophia Muculor Progresive (DMP) atau kelemahan pada otot, untuk menempuh pendidikan formal di...

Bikin Ngakak, Guyonan Receh Netizen #tilangngehe

Kemarin (7/2), jagat maya diramaikan oleh aksi seorang pria bernama Adi Saputra yang mengamuk dan membanting motor lantaran tidak terima ditilang polisi....

Kisah Taman Baca Kolong Ciputat, Diremehkan Satpol PP hingga Hidupkan Mimpi Anak-anak

Bau pesing dan asap kendaraan menyengat di Taman Baca Masyarakat (TBM) Kolong "Flyover" Ciputat. Taman baca untuk anak-anak itu terletak persis di...

Lima Rekomendasi Film Akhir Pekan

Salah satu nomine Oscar, Green Book sudah tayang di Indonesia. Film ini penuh dengan pelajaran soal kemanusiaan dan kental akan isu rasialisme, mengingat dua karakter...

Biar Gak Sia-sia, Ini 6 Cara Memilih Olahraga yang Cocok untukmu

Tidak bisa dipungkiri, olahraga kini menjadi gaya hidup positif yang sangat penting dan nggak bisa diabaikan. Bagaimana tidak, padatnya aktivitas dan juga...
Facebook Comments